lama aku perhatikan - dengan tekun,
manusia yang tidak henti- henti berjalan di suatu jalan,
jalan yang berduri dan penuh dengan lopak-lopak cemuhan,
kelompok itu - sedikit - tapi kuat, terus berjalan
ketika hujan batu melanda mahupun panas terik membakar jasad
benak otak aku kehairanan - apakah mereka tidak punyai perasaan?
aku amati dalam-dalam (dan diam-diam)
ya, mereka dipandang serong - oleh umat yang tidak memahami
ya, mereka berdarah luka dicalar duri jalanan
mata mereka merah terlalu letih
nafas berombak berat di dada yang bidang
namun,
di celah kelopak mata yang redup itu - ada cahaya
cahaya yang menerangi umat lain ( juga umat yang mencaci)
bersama nafas berat yang dihirup itu - ada bahagia
bahagia yang membahagiakan jiwa yang bersama
bahagia inilah yang tidak mampu ditukar dengan emas meski sebenar bukit uhud
bahagia inilah jua tidak mampu dirampas oleh cemuhan dan makian manusia yang memaki
dan aku yakin, bahagia inilah yang menguatkan kaki-kaki mereka untuk terus menapak teguh!
-kelak mereka pasti lebih bahagia saat bertemu dengan Tuhan.
(kita bagaimana?)
~ belajar memahami kehidupan
junaidiahmad
10 Nov 2011
Bumi Wakafan MADI
2011-11-10
2011-10-19
engkau tidak bersendiri
dibirai bibir, kita lantunkan bersama kalimah syahadah
kita tuturkan juga bicara yang sama
pada kaki yang melangkah, kita melangkah pada arah yang sama
diatas pundak bahu, kita pikul beban dakwah yang sama
pada jiwa naluri, tersemat hasrat yang sama
namun akhi,
mengapa saat duka kau bersendirian?
jauh dariku bahkan menjauh bila aku menghampirimu
ya, mungkin benar kau tidak ingin melihat sahabatmu terbeban dengan deritamu
tapi akhi, percayalah daku, hati ini lebih parah begini - melihat sahabat terbeban sendiri.
daku lebih bahagia segala deritamu dikongsi bersama -bahagia yang amat.
biarlah pada jasad yang berbeza, kita juga punyai hati yang sama.
~merinduimu
junaidiahmad
19 Okt 2011
Bumi wakafan MADI
2011-10-17
sesempurna kasihMu
usiaku meniti lagi
angka 23 bukan kemegahan
hanya sejuta kesyukuran
diri hina ini menyimpuh padaMu
dengan satu harapan dan doa
Ampunilah daku, berkatilah usiaku dan jauhilah daku dari azab nerakaMu.
~sepantas masa
junaidiahmad
17 Okt 2011
Bumi Wakafan MADI
Subscribe to:
Posts (Atom)

